Test Footer 2

16.51
0


Diperkirakan 10 ribu jamaah bakal mengikuti peringatan 1.000 hari meninggalnya KH Abdurrahman Wahid, mantan Presiden RI dan Ketua Umum PBNU, Kamis (27/9) malam. Kegiatan dipusatkan di Pondok Tebuireng di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim.
Untuk mengamankan kegiatan itu, sebanyak 250 personel Polres Jombang diterjunkan ke lapangan. Polisi sebanyak itu selain ditempatkan di Pondok Tebuireng, juga disebar ke sejumlah titik-titik strategis menuju Pondok Tebuireng.
"Untuk mengamankan kegiatan itu, kita menurunkan 250 personel," kata Kapolres Jombang AKBP Tri Bisono Soemiharso kepada wartawan.
Pengamanan perhelatan ini tak hanya melibatkan polisi. Anggota Banser NU, Satpol PP, dan TNI juga terjun untuk mengamankan hajatan tersebut.
"Para pengunjung mesti hati-hati dengan barang bawaannya. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak copet yang beraksi dengan memanfaatkan kesempatan itu," katanya mengingatkan.
Ribuan jamaah terus mengalir ke Pondok Tebuireng. Pondok di bawah pimpinan KH Solahuddin Wahid (Gus Solah) didatangi ribuan orang dari penjuru Tanah Air. Ada jamaah yang datang sehari sebelumnya dan mereka menginap di masjid setempat.
"Pengunjung kami perkirakan 10.000 jamaah, selain alumni Pondok Tebuireng," kata H Lukman Hakim, Ketua Panitia Peringatan 1.000 hari wafatnya Gus Dur.
Kegiatan itu dimulai setelah shalat Isya. Setelah tahlil dilanjutkan dengan pengajian umum yang disampaikan Mantan Menag KH Tolchah Hasan. Dijadwalkan hadir pada kegiatan itu, KH Maimun Zubair, KH Moh Nizam Asshofa, dan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar